Apalagi, jika ditelusuri lebih lanjut, lokasi Keraton Pajang ini dari lokasinya tak jauh dari tanah kelahiran Jokowi.
Presiden ke-7 RI itu dilahirkan di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, yang berjarak sekitar 12,5 km dari Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo dan hanya ditempuh dengan perjalanan darat dengan memakan waktu sekitar 35 menit.
Secara geografis, posisi Kerajaan Pajang di tengah-tengah Pulau Jawa memiliki nilai strategis yang memudahkan jalur perdagangan dan menjadi titik persimpangan penting antara pusat kekuasaan di timur, seperti Mataram Islam, dan wilayah pesisir utara Jawa.
Namun, kehidupan Kerajaan Pajang sendiri berlangsung singkat dibandingkan kerajaan-kerajaan besar lainnya di Nusantara.
Baca Juga: Berawal dari Konflik Orang Tua, Inilah Asal Muasal Terbentuknya Kerajaan Pajajaran di Nusantara
Setelah Sultan Hadiwijaya wafat, Kerajaan Pajang mengalami kemunduran dan pusat kekuasaan Jawa kemudian beralih ke Kesultanan Mataram yang berada di bawah Panembahan Senopati.
Meski Pajang tidak berumur panjang, jejak-jejak peninggalannya tetap ada, salah satunya di petilasan Kraton Pajang di perbatasan antara Desa Pajang dan Desa Makamhaji yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata sejarah yang mengingatkan masyarakat pada masa kejayaan Kerajaan Pajang.
Bagi masyarakat sekitar, petilasan Kraton Pajang ini tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga masih dianggap sebagai lokasi yang sakral.
Baca Juga: Punya Gaya Singasari, Candi di Blitar Ini Konon Peninggalan Kerajaan Majapahit
Beberapa masyarakat masih mengunjungi petilasan tersebut untuk ziarah sebagai tirakat untuk mendekatkan diri pada Tuhan Yang Masa Esa serta diadakan tradisi kirab gantos songsong saat menyambut Tahun Baru Jawa pada bulan Suro.
Petilasan Kraton Pajang juga dibuka untuk umum sebagai salah satu situs bersejarah yang bisa dikunjungi oleh wisatawan dan peziarah yang ingin mengenal lebih dekat sejarah Kerajaan Pajang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!