SketsaNusantara.id- Kerajaan Pajajaran, dikenal juga sebagai Kerajaan Sunda, adalah salah satu kekuatan Hindu terkemuka yang pernah berdiri megah di wilayah Parahyangan, Sunda, Nusantara.
Berdasarkan catatan sejarah, Kerajaan Pajajaran didirikan pada tahun 923 Masehi oleh Sri Jayabupati, seperti yang tercatat dalam prasasti Sanghyang Tapak dari tahun 1030 Masehi.
Sanghyang Tapak merupakan warisan Pajajaran yang ditemukan di kampung Pancalikan dan Bantarmuncang, di tepi Sungai Citatih, Cibadak-Sukabumi.
Secara geografis, Kerajaan Pajajaran terletak di wilayah Parahyangan Sunda dengan Pakuan sebagai ibu kotanya.
Sebelum Pajajaran berdiri, wilayah ini telah dihuni oleh kerajaan-kerajaan lain seperti Tarumanegara, Sunda, Galuh, dan Kawali.
Pajajaran merupakan kelanjutan dari kerajaan-kerajaan tersebut, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Learning Tower (Menara Pembelajar).
Pada akhir abad ke-15, Majapahit mengalami kemunduran parah dengan pemberontakan dan perebutan kekuasaan yang terjadi di dalam kerajaan.
Setelah jatuhnya Prabu Kertabumi, sejumlah kerabat Majapahit melarikan diri ke Kerajaan Galuh di Kawali Kuningan.
Salah satu pengungsi, Raden Baribin, menikahi Putri Ratna Ayu Kirana dari Raja Dewa Niskala, yang menimbulkan ketegangan dengan Raja Susuktunggal dari Sunda.
Konflik antara Dewa Niskala dan Susuktunggal hampir mengarah pada perang, namun dewan penasehat berhasil mendamaikan keduanya.