2. Okol atau Gelut
Di masa Majapahit, okol atau gelut merupakan pertandingan antara 2 pendekar yang saling berupaya mengalahkan satu sama lain.
Biasanya, pertandingan ini diselenggarakan di keramaian sehingga ada banyak penonton yang saling mendukung jagoannya.
Dilansir dari Sumenepkab.go.id, Raja Majapahit bahkan menggemari jenis olahraga ini dan kadang mengundang pendekar untuk bertarung.
Seiring perkembangannya, tradisi okol atau gelut dilakukan sebagai bagian dari ritual memohon hujan saat musim kemarau.
3. Ojung
Jika okol atau gelut adalah pertandingan dengan tangan kosong, ojung adalah seni bertanding menggunakan senjata.
Senjata yang dipakai berupa cambuk yang ujungnya adalah kepangan rotan.
Sama halnya dengan okol atau gelut, ojung dipertontonkan di banyak orang yang saling mendukung jagoannya.
4. Pathol Sarang
Dikutip dari Rembangkab.go.id, ini adalah tradisi unik yang biasanya diselenggarakan di wilayah pesisir, terutama di kawasan Sarang, Rembang. Maka, wajar jika olahraga ini disebut Pathol Sarang.
Pathol Sarang adalah pertandingan antara 2 orang yang mirip dengan olahraga sumo dari Jepang, yakni saling berupaya menjatuhkan lawan dengan cara memegang ikat pinggang.