Namun, kesulitan itu terbayar dengan pemandangan alam yang sejuk dan indah, seolah-olah tempat ini dirancang sebagai sebuah taman kuno.
Di antara reruntuhan, terdapat pula makam kuno yang masih terawat, menjadi saksi bisu keberadaan peradaban yang pernah berjaya di masa lampau.
Sayangnya, situs ini belum banyak dikenal, apalagi dijaga sebagai cagar budaya yang resmi.
Padahal, potensi peninggalan sejarah di kawasan ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi objek wisata sejarah dan budaya.
Baca Juga: Tribhuwana Wijayatunggadewi: Wanita Pertama yang Membawa Kerajaan Majapahit ke Puncak Kejayaan
Jika benar-benar diteliti dan dilestarikan, Makam Sembah Tulis dan sekitarnya bisa menjadi salah satu bukti penting bahwa Jember bukan hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga sarat dengan warisan sejarah.
Sebagai upaya pelestarian, warga dan pemerhati budaya berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menjaga situs ini.
Dengan perawatan yang baik, peninggalan kuno ini dapat menjadi bagian penting dari pelestarian budaya lokal sekaligus destinasi wisata sejarah yang menarik bagi masyarakat luas.
Keberadaan situs di lereng Argopuro ini menjadi pengingat bahwa warisan kerajaan klasik masih hidup di tanah Nusantara.
Semoga sisa puing-puing ini dapat tetap terjaga dan menjadi saksi bisu sejarah yang terus bercerita tentang kejayaan masa lalu yang tak boleh dilupakan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!