SketsaNusantara.id- Mengenal sosok seorang putri yang menjadi cikal bakal menyebarnya Agama Islam di Kerajaan Majapahit.
Kerajaan Majapahit sebenarnya merupakan kekuasaan yang bercorak Hindu-Buddha terakhir di nusantara.
Berdirinya Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto ini pasti sudah tidak asing lagi dengan sosok Putri Campa yang dikutip dari YouTube MastopoTV.
Baca Juga: Kisah Keturunan Raja Hayam Wuruk Paksa Peluk Agama Islam, hingga Jadi Wali Allah di Wilayah Tuban
Putri Campa merupakan istri Prabu Brawijaya V yang berasal dari Negeri Champa (Vietnam). Ia merupakan bibi Sunan Ampel dan ibu dari Raden Fatah atau Sultan Demak.
Istri selir Prabu Brawijaya V ini memiliki nama asli yang biasa dikenal dengaan Darawati atau Dwarawati.
Menariknya, kedatangan Putri Campa adalah hadiah untuk Kerajaan Majapahit. Khususnya untuk Prabu Brawijaya V.
Akhirnya sosok wanita itu dikirim ke Majapahit saat usianya baru menginjak 17 tahun. Ketika menjadi istri selir raja kerajaan, ia juga memiliki nama Dyah Kretawijaya sejak 1430 Masehi.
Keberadaan Putri Campa di Mojokerto berhasil menyebarkan ajaran Agama Islam di tengah kekuasaan kerajaan bercorak Hindu-Buddha.
Dari awal Putri Campa sudah memeluk Agama Islam. Kehadiran selir Prabu Brawijaya V ini juga berhasil mengundang para imigran.
Baca Juga: Jarang yang Tahu? 2 Sub Suku Batak Ini Ternyata Mayoritasnya Menganut Agama Islam
Yakni mereka imigran dari Champa yang datang ke Kerajaan Majapahit. Imigran muslim itu tiba di Kerajaan Majapahit pada 1476 sampai 1478 Masehi.
Imigran itu juga menjadi cikal bakal masuknya para pedagang Arab dan Persia ke wilayah nusantara.