Gerry lebih lanjut menjelaskan bahwa Sang Saka Gula Kelapa, atau yang juga dikenal dengan nama Sang Saka Getih Getah Samudera, memiliki desain unik berupa lima garis merah dan empat garis putih yang tersusun horizontal.
Garis-garis ini melambangkan kejayaan Nusantara, sejalan dengan Sumpah Amukti Palapa yang diikrarkan oleh Patih Gajah Mada.
Bendera ini pertama kali berkibar di medan perang saat pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya, raja pertama Majapahit, berhasil mengalahkan Dinasti Yuan dari China.
Dalam pertempuran heroik itu, 3.000 pasukan Mongol dipukul mundur, sementara pemimpin mereka, TarTar, tewas di tangan pasukan Majapahit.
Setahun kemudian, pasukan Mongol diusir dari tanah Jawa, menandai kemenangan gemilang Majapahit.
Dalam penuturannya, Gerry menekankan pentingnya kita sebagai bangsa Indonesia untuk memahami sejarah besar ini.
Sang Saka Gula Kelapa bukan hanya sekadar bendera, melainkan lambang kekuatan, kejayaan, dan kebangkitan Nusantara.
Ia berharap warisan ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi masa kini untuk membangkitkan kembali semangat kebesaran bangsa yang pernah berjaya di bawah panji Majapahit.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!