Namun, ambisi Mataram untuk menyatukan wilayah-wilayah di sekelilingnya membawa Blambangan ke dalam konflik yang berkepanjangan.
Setelah berbagai serangan dan pertempuran, termasuk dari Bali dan Demak, Blambangan akhirnya jatuh ke bawah kekuasaan Mataram pada tahun 1638.
Meskipun begitu sempat mempertahankan kemerdekaannya dalam beberapa periode.
Di akhir abad ke-17, Blambangan berada di bawah kendali Belanda.
Meskipun pengaruh Belanda tidak terlalu besar, konflik internal dan pemberontakan melawan VOC mewarnai sejarah terakhir Blambangan.
Pangeran Wilis sempat memimpin pemberontakan melawan Belanda pada tahun 1768, namun setelah itu Blambangan sepenuhnya jatuh ke tangan Belanda.
Sekarang, Blambangan menjadi bagian dari Banyuwangi, dengan berbagai bupati yang menggantikan satu sama lain hingga akhir abad ke-19.
Sejarah Blambangan menawarkan kisah perjalanan panjang dan penuh gejolak dari kerajaan Hindu yang pernah berkuasa di Jawa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!