SketsaNusantara.id – Mojokerto merupakan daerah yang terkenal dengan situs peninggalan kerajaan Majapahit yaitu terletak di Trowulan.
Trowulan adalah salah satu kecamatan yang terletak di Mojokerto yang memiliki situs Trowulan yang merupakan kawasan kepurbakalaan sejarah Nusantara.
Di sini ada berbagai temuan sebagai tanda bahwa Trowulan merupakan pemukiman yang maju.
Ada berbagai peninggalan dari masa kerajaan Majapahit yaitu di antaranya adalah candi, gapura, kolam, dan situs lainnya.
Di Trowulan terdapat sebuah peninggalan dari Buddha yang konon usianya lebih tua daripada kerajaan Majapahit.
Nama dari Candi ini adalah Candi Brahu yang sangat berbeda dari peninggalan situs Hindu-Buddha lainnya yang ada di Jawa Timur.
Diketahui, fungsi dari Candi Brahu sendiri adalah sebagai tempat untuk sembahyang dan Candi ini sudah ada sejak ketika kerajaan Majapahit dipimpin oleh Hayam Wuruk dan sudah ada ketika masa Raja Brawijaya I.
Seperti yang kita ketahui, Candi Brahu ini didirikan oleh Empu Sindok yang merupakan sosok raja dari kerajaan Mataram Kuno.
Sebagaimana yang telah dilansir dari YouTube milik JinggLang Channel oleh SketsaNusantara.id, hal tersebut diketahui dari prasasti yang ditemukan di 45 meter sebelah barat Candi Brahu.
Dalam prasasti tembaga Alasantan telah disebutkan kata Warahu atau Wanaru yaitu bangunan suci yang digunakan untuk acara keagamaan.
Dari kata Wanaru tersebut, lalu dikaitkan dengan kata Brahu. Prasasti tersebut konon berangka tahun 861 Saka atau 9 September 939 M.