Lalu di wilayah mana saja 3 ibu kota Majapahit pernah berdiri? Berikut penjelasannya dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube BUNGFEI.
1. Majakerta
Majapahit sendiri berdiri pada tahun 1293 dengan ibu kota Majakerta yang dulunya disebut sebagai hutan tarik. Hutan tarik ini saat ini diketahui masuk pada wilayah Sidoarjo Jawa Timur.
Pada awal berdirinya ibu kota di Majakerta ini, Raden Wijaya tidak bisa m endesain wilayah ini sebagai ibu kota sehingga bentuknya selayaknya perkampungan biasa pada umumnya.
Hal itu disebabkan oleh wilayah hutan tarik ini pada awalnya merupakan hadiah dari Jayakatwang, seorang pemberontak yang telah menumbangkan Singasari sehingga akan tampak mencurigakan jika dari awal sudah didesain selayaknya ibu kota.
Namun ketika akhirnya Raden Wijaya kemudian berbalik arah menumbangkan Jayakatwang dengan bantuan pasukan Mongol yang berhasil diperdaya olehnya, ibu kota di Majapahit di Majakerta ini kemudian dibangun selayaknya ibu kota negara.
2. Trowulan
Namun ibu kota di Majakerta ini rupanya tak bisa bertahan lama, hanya sekitar 26 tahun saja. Setelah terjadi pemberontakan Rakuti kepada Raden Wijaya akhirnya ia sadar bahwa ibu kota Majakerta pertahannya mudah dijebol.
Akhirnya setelah pemberontakan Rakuti oleh Patih Gajah Mada berhasil ditumpas maka ibu kota Kerajaan Majapahit dipindah ke Trowulan.
Di sana ibu kota di desain sebagai sebuah ibu kota kerajaan yang dikelilingi oleh tembok-tembok yang tinggi serta lapangan luas, kanal, pasar, waduk selayaknya ibu kota negara.
3. Kediri
Namun ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan ini bertahan sekitar 159 tahun yakni dari tahun 1329 hingga tahun 1478.