jelajah

Meski Suka Berpindah-pindah, Tidak Menjadi Alasan Kerajaan di Nusantara yang Satu Ini untuk Tidak Menguasai Pulau Jawa

Senin, 2 September 2024 | 12:30 WIB
Kerajaan Nusantara yang berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. (X/ @iHF95)

Namun, kejayaan itu tak berlangsung lama. Upaya Raja Darmawangsa untuk menaklukkan Sriwijaya berakhir dengan kegagalan pahit.

Kerajaan Medang Kamulan tak hanya gagal menaklukkan musuhnya, tetapi juga harus menelan pil pahit saat serangan balasan dari kerajaan bawahan Sriwijaya menghancurkan segalanya.

Baca Juga: 4 Fakta Patok Puser Kerajaan Majapahit: dari Umpak Gajah Patih Gajah Mada hingga Paku Nusantara, Kalau Tercabut Bisa...

Meski begitu, kisah kerajaan ini belum berakhir. Dalam satu babak dramatis, Airlangga, menantu Raja Darmawangsa, berhasil melarikan diri dari kehancuran dan bersembunyi di hutan.

Setelah mengumpulkan kekuatan, ia kembali dan merebut kembali kerajaan yang telah runtuh.

Airlangga diangkat menjadi raja dengan gelar Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Teguh Ananta Wikramatungga Dewa.

Baca Juga: Kerajaan Kutai Martadipura di Kalimantan Timur, Tertua dan Paling Berkuasa, Siapa Raja Pertama yang Sebenarnya?

Namun, keputusan Airlangga untuk membagi kerajaan menjadi dua guna mencegah perang saudara justru menjadi awal dari keruntuhan Medang Kamulan.

Jenggala dikuasai oleh Samarawijaya, sementara Panjalu dipimpin oleh Mapanji Garasakan, mempercepat keruntuhan kerajaan yang dulu megah ini.

Kisah Kerajaan Medang Kamulan adalah sebuah saga epik penuh keberanian, kejayaan, kegagalan, dan ketabahan.

Baca Juga: Eksplorasi Goa Surowono Kediri, Terowongan Rahasia Kerajaan Kediri, Sekarang Jadi Objek Wisata?

Di abad ke-10, di tanah Jawa yang penuh misteri, perjalanan epik ini dimulai dengan berdirinya Kerajaan Medang Kamulan oleh Mpu Sindok.

Ia memimpin dengan gemilang selama dua dekade, membentuk kehidupan masyarakatnya dengan struktur yang kokoh dan budaya yang berkembang pesat.

Namun, di balik kejayaan itu, terdapat babak kelam yang dikenal sebagai Pralaya Medang, saat pemerintahan Raja Darmawangsa Teguh berakhir tragis.

Baca Juga: Janggan, Kebaya Gadis Kretek yang Dipakai Dian Sastrowardoyo, Dulu Pakaian Bangsawan hingga Keluarga Kerajaan

Halaman:

Tags

Terkini