SketsaNusantara.id - Pada awal abad ke-19, Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang memimpin Hindia Belanda dari 1811 hingga 1816, membawa angin segar bagi penelusuran sejarah di tanah Jawa.
Dikenal karena ketertarikan mendalamnya terhadap kekayaan budaya jajahan, Raffles menyusun karya monumental berjudul History of Java yang tetap menjadi acuan penting dalam studi sejarah.
Dalam misi penelitiannya, Raffles dan tim, termasuk pelukis Yakobus Pilkan, berhasil mengungkap kembali lokasi Keraton Pakuwon, yang selama ini dianggap hilang.
Mereka mengidentifikasi bahwa Istana Pajajaran berada di daerah Batu Tulis, Bogor, berdasarkan peta kuno dan penemuan arkeologis, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Kingdom Theory.
Denah yang dihasilkan menggambarkan dengan detail susunan bangunan Keraton.
Termasuk Paseban (pendopo) yang dikelilingi oleh dinding kecil dan arca.
Baca Juga: Terungkap! Misteri Kerajaan Martapura, Kerajaan Tertua yang Tersembunyi di Balik Nama Kutai
Serta jalan-jalan penting seperti Jalan Lawang Gintung yang berhubungan dengan serangan Banten dan Jalan Raya Cipaku menuju Batu Tulis.
Temuan ini sangat berharga karena memperjelas lokasi bekas pusat kekuasaan Prabu Siliwangi.
Penemuan struktur pertahanan, batu bertuliskan, dan jalan bebatuan yang mengarah ke Paseban tua.
Peninggalan ini memberikan petunjuk dan gambaran yang lebih jelas tentang tata kota dan pertahanan Istana Pajajaran yang kini berada di kawasan Kota Bogor.