SketsaNusantara.id - Kopi kini telah merajai budaya global, tampak jelas dari semakin banyaknya kafe dan warung kopi yang menjamur di kota-kota dan desa-desa.
Tempat-tempat ini bukan hanya menjadi arena bersantai, tetapi juga tempat diskusi hangat, dari percakapan pribadi hingga debat politik.
Pada tahun 1690, Belanda memperkenalkan kopi ke Pulau Jawa, Indonesia, menjadikannya pusat produksi kopi besar.
Sekarang, kopi menjadi salah satu komoditas global yang dibudidayakan di lebih dari 50 negara.
Ada dua spesies utama kopi yang terkenal: Arabika dan Robusta. Kopi Arabika, yang berasal dari Etiopia, dikenal dengan cita rasa ringan dan aroma khas.
Varietasnya bervariasi tergantung pada iklim dan tanah.
Sebaliknya, Kopi Robusta, ditemukan di Kongo pada tahun 1898, memiliki rasa lebih pahit dan kandungan kafein yang lebih tinggi, serta lebih tahan terhadap hama dan penyakit.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Daeng Farmers, Indonesia memiliki tiga kawasan utama penghasil kopi: Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
Indonesia tercatat sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-3 di dunia pada 2022/2023 yang telah memproduksi kopi sebanyak 11,85 juta kantong.
Jawa terkenal dengan kopi Arabika berkualitas tinggi, termasuk kopi Old Java yang pernah mendominasi pasar kopi dunia.