SketsaNusantara.id - Upacara HUT ke-79 Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) berlangsung dengan penuh khidmat pada Sabtu, 17 Agustus 2024.
Presiden Joko Widodo, bersama Iriana dan Menhan Prabowo Subianto, memimpin upacara di Istana Negara IKN, dengan tema "Nusantara Baru Indonesia Maju," yang menandai kemajuan dan semangat kemerdekaan Indonesia.
Berbicara soal presiden, ternyata ada juga presiden Indonesia dengan jasa yang luar biasa, namun tidak pernah diakui.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman setneg.go.id, kisah Sjafruddin Prawiranegara, tokoh yang sering terlupakan namun memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia.
Sjafruddin memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari 19 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949.
Saat Belanda menduduki Yogyakarta dan menangkap para pemimpin RI, Sjafruddin mengambil alih kepemimpinan dari Bukittinggi.
Akhirnya, memaksa Belanda untuk berunding dan mengakhiri konflik melalui Perjanjian Roem-Royen.
Setelah itu, Sjafruddin mengembalikan kekuasaan kepada Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta pada 14 Juli 1949.
Sjafruddin melanjutkan perannya sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan.
Salah satu kebijakan kontroversialnya, dikenal sebagai "Gunting Sjafruddin," melibatkan pemotongan uang kertas Rp5 ke atas.