Untuk itu kemudian KH Nawawi menjadi orang yang paling dicari oleh penjajah karena ia dikenal orang yang tak pernah takut apapun termasuk kontak senjata langsung dengan musuh-musuhnya.
Konon ia bisa berlari sambil menembakkan peluru ke arah musuh untuk melindungi santri-santrinya. sehingga hal itulah yang membuat ia diburu karena ia dikenal sebagai sosok yang bisa menangkis peluru dengan memakai sorban yang dikenakannya.
Konon KH Nawawi memberikan setiap santri yang berangkat berjihad bekal 7 batu yang telah diberinya doa dan batu itu diceritakan bisa meledak layaknya granat.
Sampai suatu ketika terjadi pertempuran sengit di Dusun Sumantoro, Sidoarjo sehingga para santrinya memintanya mundir namun ia tak mau mundur.
Untuk itu musuh kemudian mengambil keuntungan dengan membentuk tapal kuda dan mengepung KH Nawawi hingga kemudian ia tertangkap dan meninggal dunia karena 4 tususkan bayonet.
Untuk mengenang jasa-jasanya Pemkot Mojokerto kemudian mengabadikan namanya menjadi nama sebuah jalan yakni Jalan KH Nawawi di Mojokerto.***