Rancangan awal dari Sultan Hamid II mengalami beberapa revisi.
Pita merah yang awalnya digenggam Garuda diganti menjadi putih, dan tambahan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" dimasukkan.
Perubahan lain dilakukan setelah kritik dari Partai Masyumi yang merasa desain terlalu mitologis.
Sultan Hamid II kemudian memperbaiki desain menjadi Rajawali Garuda Pancasila yang lebih sesuai.
Lambang Garuda Pancasila pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 15 Februari 1950 di Hotel Des Indes, Jakarta.
Presiden Soekarno kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk menambahkan jambul pada kepala Garuda dan mengubah posisi cakarnya.
Dengan penyesuaian skala dan warna, lambang negara ini akhirnya disempurnakan dan menjadi simbol kebanggaan bangsa.
Garuda Pancasila kini berdiri tegak sebagai lambang negara, melambangkan kekuatan dan semangat juang bangsa Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!