jelajah

Bukan Wali Songo! Ada 3 Teori Sejarah Masuknya Agama Islam ke Wilayah Nusantara, Mana yang Benar?

Selasa, 13 Agustus 2024 | 13:15 WIB
Ilustrasi: Sejarah Islam di Nusantara bukan diawali oleh Wali Songo. (Freepik/rawpixel.com)

SketsaNusantara.id - Islam, agama yang kini dianut oleh sekitar 87 persen penduduk Indonesia.

Islam memiliki perjalanan sejarah yang menarik dalam penyebarannya ke Nusantara.

Seperti yang kita ketahui bahwa Wali Songo memiliki pengaruh besar terhadap penyebaran Islam di Nusantara.

Baca Juga: Sejarah Minuman Khas Betawi, Bir Pletok: Tidak Memabukkan, Namun Manfaatnya Bukan Kaleng-Kaleng

Namun, faktanya Wali Songo bukanlah yang pertama menyebarkannya.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Historic Indonesia, proses kedatangan agama Islam ini masih menjadi topik hangat perdebatan di kalangan sejarawan, dengan tiga teori utama yang sering dibahas.

1. Teori Gujarat

Teori ini, yang didukung oleh para ahli seperti Snouck Hurgronje, William Shatner, dan Bernard Fancourt, menyebutkan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-13 melalui para pedagang dari Gujarat, India.

Baca Juga: Siapa Kyai Abdul Kholiq? Mengenal Sosok Pendakwah Islam di Kawasan Kabupaten Temanggung yang Lekat dengan Tradisi Jumat Pahingan

Bukti utama yang mendukung teori ini adalah batu nisan Sultan Malik al-Saleh dari Samudera Pasai, yang meninggal pada tahun 1297 dan menunjukkan adanya pengaruh Gujarat.

Selain itu, catatan Marco Polo yang mencatat kedatangan Islam di Perlak pada tahun 1292 dan peran pedagang India dalam penyebaran agama juga memperkuat teori ini.

2. Teori Mekah

Diajukan oleh Buya Hamka dan J.C. van Leur, teori ini berpendapat bahwa Islam telah masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 melalui para pedagang Arab dari Mekah.

Baca Juga: Makam Kyai Pahing, Keturunan Tokoh Muslim Penyebar Ajaran Kristen di Pulau Jawa, Pendiri Gereja Kristen Jawi Wetan?

Halaman:

Tags

Terkini