jelajah

Mengenal Sosok Achmad Supandi, Sang Begawan Lukis dari Rambipuji Jember

Senin, 12 Agustus 2024 | 21:00 WIB
Achmad Supandi saat menjelaskan tentang lukisannya kepada peserta diskusi di Ruang Ingatan, Kampung Lorstkal (SketsaNusantara.id/ Qorry 'Aina Damayanti)

SketsaNusantara.id - Achmad Supandi, seniman asal Rambipuji, Jember yang telah mendalami seni lukis dan drawing sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Hebatnya, Achmad Supandi tak lahir dari keluarga pelukis. Tak ada darah seni yang mengalir di tubuhnya. Ayahnya merupakan seorang penjahit dari Probolinggo.

Pada Minggu, 11 Agustus 2024 kemarin, Achmad Supandi menyambangi Kampung Lorstkal, Kalisat Jember.

Baca Juga: KIM Tirto Gumitir Jember Raih Komunitas Informasi Masyarakat Award Tingkat Nasional, Ini Kategori yang Dimenangkan

Kedatangannya kali ini sebagai juri lomba mewarnai yang diadakan Kampung Lorstkal dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke -79.

Achmad Supandi juga memamerkan beberapa karya lukis dan drawingnya dalam lomba tersebut yang dipajang rapi dengan bantuan sketsel.

Dari pantauan SketsaNusantara.id di lapangan, ada drawing hasil goresan tangannya yang mengabadikan heritage hingga batuan arkeologi serta lukisan di kanvas yang sarat makna.

Baca Juga: Ada Temuan, Dinas PRKPCK Kabupaten Jember Segera Minta Pemenang Tender Renovasi Alun-alun Lakukan Perbaikan

Salah satu lukisan hasil karya Pandi yang dipajangnya yaitu potret seorang wanita tua berambut putih dengan ekspresi lelahnya berdiri sambil memegang bendera Merah Putih yang terbuat dari kertas minyak.

Wanita tua tersebut berdiri di depan dinding kayu dengan corak cat yang seolah terkelupas. Pada perutnya terikat tali berwarna hijau.

Lukisan tersebut merupakan karya Pandi di tahun 2012, pada sebuah kanvas berukuran 150 x 130 cm.

Pasca merampungkan tugasnya menilai hasil karya anak-anak Kampung Lorstkal, Pandi menjelaskan makna lukisannya tersebut.

Baca Juga: Baru! Destinasi Wisata Museum di Kabupaten Jember, Bisa Tour Sambil Belajar Sejarah Pertanian

Dinding kayu di belakang perempuan tua itu melambangkan perubahan zaman.

Halaman:

Tags

Terkini