SketsaNusantara.id - Pempek, hidangan ikonik dari Palembang, menggabungkan ikan tenggiri atau gabus dengan tepung tapioka, dan disajikan dengan potongan timun, mie kuning, serta kuah cuko.
Kuah cuko, yang terbuat dari gula merah, cuka, asam Jawa, dan berbagai bumbu, menambah kelezatan dan keunikan rasa pempek.
Pempek hadir dalam berbagai varian menggugah selera seperti pempek lenjer, kapal selam, adaan, dan kulit.
Baca Juga: Dari Makanan Khas Papua Menjadi Jajanan SD yang Populer: Manfaatnya Buat Kesehatan Tidak Main-Main!
Masing-masingnya menawarkan cita rasa dan tekstur yang berbeda.
Keberagaman ini menjadikan pempek sebagai pilihan makanan yang selalu menarik untuk dinikmati.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube yoatoon, cerita pempek dimulai dari seorang apek (Tuan China) yang melihat potensi ikan melimpah yang tidak dimanfaatkan dengan baik.
Dengan kreativitasnya, ia mencampur ikan dengan tepung tapioka, menciptakan hidangan yang kini dikenal luas sebagai pempek.
Pada masa Kesultanan Palembang, makanan ini awalnya disebut kelesan, berarti makanan adat yang tahan lama.
Seiring waktu, nama ini berubah menjadi pempek, terinspirasi dari kebiasaan pembeli yang memanggil penjual dengan sebutan "Pek" atau "Empek".
Salah satu varian pempek yang paling terkenal adalah pempek kapal selam.