SketsaNusantara.id - Cangkul atau dalam bahasa Jawa disebut pacul mungkin dianggap sepele oleh sebagian besar masyarakat, namun bagi Sunan Kalijaga ia memiliki makna yang dalam.
Menurut Sunan Kalijaga, cangkul merupakan satu benda yang dimaknai sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Muhabbah Production, cangkul dalam pandangan Sunan Kalijaga memiliki tiga bagian yang memiliki arti masing-masing yang sarat filosofis.
Tiga bagian cangkul itu adalah bagian inti yang mengandung lempengan logam yang disebut langkir atau landep.
Bagian kedua disebut bawak, merupakan bagian tengah cangkul yang berbentuk bundar dan berlubang untuk menyematkan pegangan diran atau pegangan cangkul.
Bagian ketiga adalah doran merupakan batang kayu yang berfungsi sebagai pegangan cangkul.
Sunan Kalijaga memberi wejangan kepada Ki Ageng Sela, cangkul terdiri dari tiga bagian itu terdapat makna filosofis yang sangat dalam dan penuh arti.
Menurut Sunan Kalijaga inilah arti filosofis bagi cangkul, yakni :
1. Pacul artinya dibatek bareng kan muncul, artinya membuang sesuatu yang sifatnya tidak rata. Makna filosofis bahwa sebagai orang islam kita harus senantiasa memperbaiki hidup kita yang penuh dosa.
Untuk itulah menurut Sunan Kalijaga kita harus memiliki sifat pacul yang baik yakni kuat dan tajam, kuat iman dan tajam pikiran untuk selalu berbuat baik terhadap sesama.
2. Bawak yang berasal dari kata obahing awak yang artinya gerakan tubuh maksudnya orang yang hidup itu wajib menggerakkan tubuh untuk membuat tubuhnya sehat.