Ia tersebut dikenal memiliki sifat yang sombong dan suka mempermainkan perempuan akhirnya ia meninggal tewas di tangan tabibnya.
Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari Tiktok @lia_lestari29, ketika itu, kerajaan jatuh ke tangan Gayatri yaitu salah satu seorang istri Raden Wijaya dan juga merupakan ibu tiri dari Prabu Jayanegara.
Baca Juga: 4 Pusaka Majapahit yang Menjadi Simbol Kejayaan Kerajaan Ini, Ternyata Tidak Ada di Indonesia?
Pada saat kepemimpinan di tangan Gayatri, ia tidak ingin berlama-lama menjadi ratu karena ia lebih memilih berkeinginan menjadi seorang biksuni.
Selanjutnya tahta kepemimpinan Majapahit diberikan kepada anaknya yakni Tribhuwana Tunggadewi ia kemudian menjadi ratu.
Ketika Tribhuwana Tunggadewi memimpin Kerajaan Majapahit, peran ibunya sangat berpengaruh besar dalam kepemimpinannya menjadi seorang ratu.
Gayatri banyak mengarahkan berupa bimbingan kepada Tribhuwana Tunggadewi dalam menjalankan tahtanya menjadi seorang ratu.
Tribhuwana Tunggadewi dipengaruhi ibunya karena belajar dari dirinya tentang perpolitikan dan kepemimpinan.
Di zaman pemerintahannya, ia mulai menyusun dasar-dasar politik serta manajemen pemerintahan mulai dibangun.
Konon, Gayatri juga merupakan orang yang berpengaruh dalam pengangkatan Gadjah Mada sebagai Mahapatih.
Gayatri menganggap bahwa Gadjah Mada memiliki peranan penting karena potensi besarnya untuk menjadi pemimpin.
Tak lama kemudian setelah pengangkatan Gadjah Mada, ia mengucapkan Sumpah Palapa dan ia mulai menjalani misi untuk menyatukan Nusantara dari Sumatera hingga Maluku.