SketsaNusantara.id - Goa Suci yang terletak di Dusun Suci, Desa Wangun, Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur, menyimpan sejumlah misteri yang mengundang perhatian.
Ada yang mengatakan bahwa goa ini adalah tempat pertapaan para raja Majapahit.
Sementara versi lain menyebutkan bahwa goa ini terbentuk karena batu-batu diambil untuk membangun candi-candi megah di Majapahit.
Sebagai salah satu dari empat goa yang digunakan oleh raja dan pejabat tinggi Majapahit untuk bertapa, Goa Suci memiliki bentuk khas mengerucut ke atas, seperti dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Cakra Panorama.
Bentuk ini melambangkan pusat penyembahan kepada Tuhan dan menyerupai gunung, yang diyakini sebagai tempat tinggal para dewa.
Di dalam goa, terdapat relief Arjuna Wiwaha yang menggambarkan Arjuna bertapa dengan dua bidadari, meskipun kini relief tersebut tertutup lumut dan debu.
Goa Suci memiliki sekitar 50 ruang yang semuanya berbentuk kerucut, dengan lubang di puncaknya yang bervariasi ukurannya.
Selain nama Goa Suci, masyarakat lokal juga menyebutnya Jurang Wayang, merujuk pada relief wayang yang ditemukan di salah satu ruang goa.
Kepala Desa Wangun, Santoso, menyebutkan bahwa menurut cerita masyarakat, ruang-ruang goa yang menyerupai piramida ini mungkin digali untuk diambil batu-batunya, yang kemudian dibawa ke Majapahit untuk pembangunan candi.
Bentuk kerucut yang tidak alami dan dinding yang terlihat seperti bekas tambang mendukung teori ini.
Cerita lain yang berkembang menyebutkan bahwa salah satu bungkahan batu dari Jurang Wayang, yang jatuh di perbatasan Desa Kujung Widang Tuban dan Desa Jabung Lamongan.