Ia meninggal di Pulau Tidung pada tahun 1898, jauh dari tanah kelahirannya.
Kisah Raja Pandita dan Pulau Tidung sempat terlupakan hingga akhirnya terungkap kembali pada tahun 2011, berkat perkembangan teknologi informasi.
Penelitian oleh keturunan suku Tidung dari Malinau mengungkap bahwa Raja Pandita dimakamkan di Pulau Tidung.
Makam tersebut kemudian dipindahkan dengan upacara adat suku Tidung, dan kini menjadi tempat ziarah yang banyak dikunjungi oleh orang dari berbagai daerah.
Sejarah Pulau Tidung yang terkubur selama satu abad kini kembali hidup, mengungkapkan kekayaan budaya dan sejarah pulau ini.
Dengan kisah yang menginspirasi, Pulau Tidung kini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga tempat yang menyimpan warisan sejarah yang tak ternilai.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!