Pembangunan candi berlangsung berabad-abad, dimulai oleh Rakai Pikatan dan dilanjutkan oleh raja-raja berikutnya.
Baca Juga: Apa Makna Topo Ngeli? Metode Dakwah Sunan Muria yang Mendalam dan Penuh Filosofis
Gempa bumi pada abad ke-16 merusak candi ini, dan penduduk setempat yang tidak tahu sejarahnya menciptakan legenda Roro Jonggrang.
Pada tahun 1733, seorang Belanda bernama CA. Lons menemukan reruntuhan Candi Prambanan, yang memicu penggalian dan pemugaran.
Setelah Indonesia merdeka, pemugaran terus dilakukan hingga sebagian besar selesai pada tahun 1953.
Pada tahun 1991, Candi Prambanan diakui sebagai Situs Warisan Budaya UNESCO.
Dengan arsitektur yang tinggi dan ramping, Candi Prambanan, khususnya candi utama Siwa yang setinggi 47 meter, menjadi ikon pariwisata Yogyakarta.
Keindahan dan kemegahan candi ini terus menarik wisatawan dari seluruh dunia, menjadikannya salah satu situs bersejarah paling menakjubkan di Asia Tenggara.***