SketsaNusantara.id - Ungkapan Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti merupakan ungkapan Jawa yang begitu dalam dan syarat makna.
Ungkapan ini merupakan salah satu petuah atau pitutur dari Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo penyebar agama islam di Jawa.
Ungkapan Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti merupakan salah satu pitutur dari dasapitutur Sunan Kalijaga.
Kata pitutur sendiri berasal dari bahasa Jawa kuno yang berarti pelajaran, nasehat atau peringatan, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Nusantube.
Pitutur biasanya disampaikan melalui peribahasa, membaca macapat, dongeng, tutur tinular dan sebagainya.
Setiap kata memiliki arti tersendiri, yakni suro artinya keberanian, dalam setiap diri manusia terdapat sifat berani yang bermakna positif maupun negatif.
Sifat berani dapat menjadi sifat negatif ketika manusia tidak mampu mengendalikannya.
Diro artinya kekuatan, manusia diberikan anugerah kekuatan oleh yang maha kuasa dengan kekuatan, baik kekuatan lahir maupun kekuatan batin.
Joyo artinya kejayaan dimana kejayaan merupakan hasil dan keberanian dan kekuatan. Ketika manusia sudah memiliki kejayaan namun tidak diimbangi dengan sifat baik maka akan mengakibatkan manusia menjadi sombong dan congkak.
Ningrat artinya terpandang dimana manusia yang terpandang dan sudah bergelimang harta pasti juga bergelimang kenikmatan duniawi yang cukup bahka berlebih.
Dening merupakan kata sambung yang artinya dengan. Sedangkan pangastuti artinya kasih sayang atau kebaikan, baik dalam manusia beribadah kepada Tuhan YME, dengan sesama manusai, dan dengan alam.
Baca Juga: Apa Makna Urip Iku Urup? Ajaran Mendalam dan Penuh Filosofi dari Sunan Kalijaga