SketsaNusantara.id - Sunan Kalijaga sebagai salah satu bagian dari Wali Songo, meninggalkan banyak hal yang masih bisa kita pelajari hingga kini.
Selain kesenian sebagai dasar dakwah Islam yang dilakukannya, Sunan Kalijaga juga meninggalkan beberapa pitutur yang hingga kini masih relevan untuk dijadikan sebagai pedoman hidup.
Di antara beberapa pitutur peninggalan Sunan Kalijaga ada satu pitutur yang berbunyi 'Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dur Hangkara'.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Petuah Wong Jowo, 'Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dur Hangkara' merupakan ajaran yang mengajarkan pentingnya mengutamakan keharmonisan dan ketentraman, menjauhi sifat-sifat buruk dan egois dalam hidup.
Ajaran Sunan Kalijaga ini dengan tegas menekankan pentingnya untuk hidup berdampingan secara damai dan harmonis dengan sesama manusia dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara harfiah, 'Memayu Hayuning Bawana' berarti memperindah keindahan dunia, sedangkan 'Ambrasta Dur Hangkara' berarti memberantas keangkaramurkaan atau menghilangkan keburukan.
Baca Juga: Apa Makna Urip Iku Urup? Ajaran Mendalam dan Penuh Filosofi dari Sunan Kalijaga
'Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dung Hangkara' merupakan ajaran yang mengajak manusia untuk berusaha menciptakan keindahan dan kebaikan di dunia, serta menghindari segala bentuk kejahatan dan keburukan yang dapat merusak kehidupan.
Ajaran ini mengandung filosofi mendalam dengan menekankan pentingnya kontribusi positif dalam masyarakat.
Sunan Kalijaga mengajarkan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki dan memperindah dunia di sekitarnya.
Hal ini sejalan dengan prinsip 'memayu' yang berarti menjaga dan merawat, serta 'hayuning bawana' yang mengisyaratkan bahwa keindahan dunia harus dijaga dan ditingkatkan.
Baca Juga: Bak Serial Avatar, Inilah 4 Elemen Semesta dalam Wayang Kulit Warisan Sunan Kalijaga
Dalam konteks ini, 'ambrasta dur hangkara' mengingatkan kita untuk melawan segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan yang ada di masyarakat