SketsaNusantara.id - Masyarakat Kota Surabaya dan sekitarnya pastinya tidak asing dengan Taman Bungkul.
Taman Bungkul merupakan area terbuka yang berada di Jalan Raya Darmo Surabaya.
Taman satu ini pernah mendapat penghargaan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai taman terbaik se-Asia tahun 2013.
Baca Juga: Bak Serial Avatar, Inilah 4 Elemen Semesta dalam Wayang Kulit Warisan Sunan Kalijaga
Peresmian Taman Bungkul terjadi pada tahun 2007 silam, hingga kini area hijau di tengah Kota Surabaya ini masih dapat dikunjungi.
Di balik indahnya Taman Bungkul, terdapat sebuah makam dari seorang penyiar Islam yang merupakan bangsawan atau petinggi di era Kerajaan Majapahit.
Makam tersebut merupakan tempat peristirahatan Mbah Bungkul atau Sunan Bungkul.
Lantas, siapakah Sunan Bungkul? Berikut sejarah singkat Sunan Bungkul yang merupakan salah satu penyebar agama Islam di Surabaya.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman kominfo.jatimprov.go.id, Sunan Bungkul memiliki nama asli Ki Ageng Mahmuddin atau Syaikh Mahmuddin merupakan penguasa muslim pada salah satu daerah di Surabaya di abad ke-14 Masehi.
Ki Ageng Mahmuddin merupakan seorang bangsawan dari Kerajaan Majapahit. Saat masih menjadi bangsawan, Sunan Bungkul memiliki nama asli Ki Ageng Supo atau Mbah Supo.
Namun, ia mendapatkan sebuah hidayah untuk memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Ki Ageng Mahmuddin atau Mbah Bungkul yang terkenal hingga sekarang.