Nama asli Sunan Sendang Duwur adalah Raden Noer Rahman yang lahir di tahun 1520, ia merupakan keturunan dari Syekh Abdul Qohar.
Sunan Sendang Duwur adalah seorang perantau dari Baghdad ke Pulau Jawa untuk berdakwah.
Sesampainya di Jawa, Sunan Sendang Duwur menikahi putri Tumenggung Sedayu yang bernama Dewi Sukarsih.
Kisah populer dari Raden Noer Rahman sebagai ulama bagi masyarakat Lamongan yaitu tentang masjid ajaib peninggalannya.
Konon ceritanya, masjid peninggalan Sunan Sendang Duwur tidak dibangun hanya 1 malam, tapi dipindahkan.
Masjid Sendang diceritakan masyarakat diboyong atau dipindahkan oleh Sunan Sendang Duwur dari Mantingan, Jepara ke Lamongan.
Dalam waktu semalam suntuk, masjid yang sudah terbangun megah dan kokoh di Jepara bisa berpindah ke Lamongan.
Baca Juga: Inilah Jadwal Pintu Makam Sunan Kalijaga yang Berada di Kelurahan Kadilangu Demak Jawa Tengah
Dikisahkan, konon masjid yang diboyong Sunan Sendang Duwur merupakan amsjid milik Ratu Kalinyamat.
Terdapat beberapa versi cerita berpindahnya masjid peninggalan Sunan Sendang Duwur.
Cerita versi lain menyebutkan kalau masjid tersebut dibawa rombingan melalui jalur laut dan sesampainya di Paciran disambut oleh Sunan Sendang Duwur bersama Sunan Drajat.
Bukan hanya berdakwah menyebarkan agama Islam di lingkungan masyarakat Lamongan.