Partai ini berjuang dalam bidang politik dan ekonomi. Silas Papare sempat mengajukan mosi kepada Pemerintah Republik Indonesia.
Baca Juga: Ada Berapa Tingkatan Paskibraka? Pahlawan Muda Pengibar Bendera Pusaka di Hari Kemerdekaan
Namun setelah perundingan Konferensi Meja Bundar, ia tidak puas dengan hasil tersebut. Ia pun kembali berjuang untuk menyuarakan keinginan rakyat Irian Barat.
Yakni agar wilayah tersebut bergabung dalam kesatuan Negara Republik Indonesia. Alhasil, pada 15 Agustus 1962, diberlangsungkan perundingan.
Perundingan ini dilakukan di bawah bimbingan Sekjen PBB U Thant dan Duta Besar Ellsworth Bunker.
Saat itu Silas Papare terlibat dalam penawaran konsep yang dikenal sebagai draft dari Persetujuan New York.
Di dalamnya berisi tentang persetujuan pihak Belanda untuk melepaskan wilayah Irian Barat dan menyerahkan kepada Indonesia.
Akhirnya perjuangan Silas Papare membuahkan hasil. Pada 1 Mei 1963, Irian Barat masuk dalam pangkuan RI.
Perlawanan ini membawa keterbelakangan. Seperti kemiskinan dan kebodohan yang cukup parah.
Melansir dari papua.go.id, perjuangan putra bangsa asal Irian Jaya dalam mengusir Belanda ini ditetapkan sebagai momen bersejarah.
Adapun dilakukan pengangkatan Pahlawan Nasional. Sekaligus Pemberian Piagam dan Bintang Baha Putra Adi Pradana (Kelas II).
Baca Juga: Ternyata Ada di Indonesia! Sungai Terjernih Kalibiru, Permata Tersembunyi Papua yang Memikat Dunia
Putra Papua yang telah melakukan perjuangan diantaranya adalah Frans Kaisepo, Silas Papare dan Martin Indey.***