Goa Langsih tersebut menjadi tempat bermunajat Sunan Kalijaga kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengingat selama menyebarkan Islam di kawasan Surowiti dan sekitarnya, banyak sekali kendala dan rintangan yang dihadapi Sunan Kalijaga
Goa Langsih kini menjadi sebuah objek wisata yang menarik dan dapat dikunjungi oleh semua orang.
Goa Langsih diketahui terdiri atas dua ruangan. Tidak seperti goa lainnya, pintu masuk Goa Langsih terlihat begitu sempit yang hanya seukuran satu tubuh orang dewasa.
Ruangan pertama pada Goa Langsih adalah ruangan atas goa yang konon dulunya digunakan Sunan Kalijaga untuk bermusyawarah dengan sunan-sunan lainnya.
Musyawarah Sunan Kalijaga tersebut dimaksudkan untuk memecahkan persoalaan agama lslam.
Ruang kedua pada Goa Langsih nampak lebih mencekam, karena lubang masuknya lebih sempit dari pintu masuk goa.
Ruangan kedua merupakan bagian bawah goa, terdapat batu-batuan yang berbentuk cekungan dengan air yang menetes secara terus-menerus.
Baca Juga: Ulama ini Jadi Salah Satu Tokoh Pejuang Kemerdekaan, Salah Satu Pendiri Laskar Hizbullah Mojokerto
Konon ceritanya, tetesan air dalam Goa Langsih ini digunakan Sunan Kalijaga untuk berwudhu.
Bergeser dari tempat tetesan air dalam goa tersebut, terdapat Watu Menjangan, batu tersebut seperti hewan menjangan dengan dua tanduk.
Dari cerita setempat, pengunjung yang berhasil memeluk Watu Menjangan dengan kedua tangannya maka diyakini keinginannya segera terkabul.
Lokasi Goa Langsih secara persis berada di puncak Bukit Surowiti, Desa Surowiti, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI