SketsaNusantara.id - Pada masa perang memperjuangkan kemerdekaan RI, terdapat dua laskar perjuangan islam yakni Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah.
Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah merupakan dua laskar Islam yang memiliki andil besar dan keduanya dibentuk dengan tujuan yang sama yakni untuk memperkuat perjuangan kemerdekaan
Lalu apa perbedaan Hizbullah dan Sabilillah pada masa perang kemerdekaan?
Baca Juga: Siapa Kyai Syafi'i Pijoro Negoro? 5 Fakta Ulama Nusantara Pengasuh Ponpes Usia 415 Tahun di Semarang
Laskar Hizbullah dan Sabilillah adalah dua laskar perjuangan yang berperan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajah pada tahun 1945-1949.
Meski kedua laskar ini memiliki tujuan yang sama, namun terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya, seperti dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari esi.kemdikbud.go.id.
Hizbullah didirikan pada tanggal 8 Februari 1944 di Surabaya oleh Kyai Hasyim Asy'ari, salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU)
Dengan tujuan untuk mendidik pemuda-pemudi dalam menghadapi dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Sementara itu, Sabilillah dibentuk pada Mei 1945 oleh pemimpin Masyumi, antara lain Ki Bagus Hadikusumo dan KH. Sanusi.
Untuk afiliasi organisasi juga berbeda, di mana Laskar Hizbullah berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), sedangkan Sabilillah berafiliasi dengan Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia), organisasi Islam yang modernis.
Dalam hal strategi perjuangan kemerdekaan juga memiliki cara yang berbeda di mana Hizbullah cenderung menggunakan strategi perang gerilya dan bergerak secara tersembunyi.
Sementara itu Sabilillah lebih terbuka dalam melakukan perang fisik melawan penjajah.
Wilayah operasi Hizbullah terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sedangkan Sabilillah banyak beroperasi di Jawa Barat