jelajah

Akhir Tragis Kapten Tack VOC dan Raden Trunojoyo, Benarkah Karena Kutukan Mahkota Majapahit?

Kamis, 25 Juli 2024 | 21:53 WIB
Ilustrasi Kapten Tack saat melawan Pasukan Amangkurat II (Tangkapan layar YouTube Embara Lensa)

Baca Juga: Kisah Karomah Kyai Sholeh Darat, Guru KH Hasyim Asy'ari, Pernah Bikin Mobil Tentara Belanda Mogok Gara-Gara...

Setelah bernegosiasi, akhirnya Kapten Tack menyetujui untuk memberikan mahkota itu kembali jika Amangkurat II bersedia menebus mahkota tersebut senilai 1000 Real Spanyol.

Mengingat betapa penting artinya mahkota emas Majapahit itu maka dengan sangat terpaksa Amangkurat II menyetujui meski hutangnya pada VOC sudah semakin menumpuk dan mencekik.

Pada akhirnya, hutang-hutang yang dipikul Amangkurat II yang begitu banyak membuatnya harus tunduk kepada keinginan-keinginan dan perintah VOC sehingga hal itu membuatnya muak dan ingin lepas dari cengkeraman.

Saat itulah muncul Untung Suropati, petualang dari Bali yang lari dengan pasukannya dari perbudakan VOC di Batavia dan ditampungnya dengan satu tujuan, menggabungkan kekuatannya dan kekuatan pasukan yang diabwa Untung Suropati untuk melawan VOC.

Malihat hak itu maka VOC meminta Amangkurat II menyerahkan Untung Suropati dan pasukannya kepada VOC.

Baca Juga: Siapa Panglima Muda Sentot Prawirodirjo? Jadi 'Mimpi Buruk' Bagi Musuh, Belanda Sampai Menuliskan Kehebatannya?

Pada saat VOC meminta Amangkurat II menyerahkan kembali Untung Suropati, ia menolak karena ia menganggap Untung Suropati bisa menjadi salah satu pionnya dalam menghadapi VOC.

Akhir hidup tragis Kapten Tack 

Dan benar saja, VOC kemudian mengirimkan Kapten Tack dan beberapa pasukan untuk berunding meminta Amangkurat II segera membereskan hutangnya kepada VOC dan meminta Amangkurat II menyerahkan kembali Untung Suropati ke pihaknya.

Satu hal yang tak diduga sama sekali oleh VOC adalah Amangkurat II dan Untung Suropati sudah merencanakan perlawanan besar terhadap pasukan VOC.

Hingga akhirnya, Kapten Tack yang berhasil dipancing keluar dari benteng belanda di Kartasura terjebak ditengah kobaran api sebuah desa yang sengaja dibakar oleh Untung Suropati dan pasukannya.

Kapten Tack kemudian masuk ke karton Kartosuro dimana Amangkurat II berada, namun kemudian ia kaget saat menyaksikan sebuah kengerian karena teman-teman dan pasukannya telah dibantai secara mengerikan.

Baca Juga: Siapa Panglima Muda Sentot Prawirodirjo? Jadi 'Mimpi Buruk' Bagi Musuh, Belanda Sampai Menuliskan Kehebatannya?

Saat itulah pasukan Jawa dibawah perintah langsung Pangeran Puger yang merupakan adik kandung Amangkurat II dan Pasukan Bali dibawah pimpinan Untung Suropati menyerang Kapten Tack dan pasukannya secara bersamaan.

Halaman:

Tags

Terkini