Seperti halnya meminta dilancarkan rezeki, disembuhkan dari penyakit, dilunasi hutang, bisa segera pergi haji, hingga melakukan sumpah di makam Mbah Gembyang Kendal.
Bahkan ada pula peziarah yang sengaja datang dan menginap di makam Mbah Gembyang Kendal selama berhari-hari dengan tujuan mendapat karomahnya.
Namun sang juru kunci selalu mengingatkan kepada para peziarah untuk meminta kepada Allah, bukan kepada makam Mbah Gembyang Kendal.
Semasa hidupnya, Mbah Gembyang Kendal dikenal gemar menunggangi kuda.
Konon di area makam, tak jarang para peziarah mendengar suara hentakan kaki kuda.
Baca Juga: Keris Kyai Nogo Siluman Pangeran Diponegoro Kembali ke Indonesia: Sejarah yang Pulang ke Rumah
Setiap tahunnya, warga sekitar rutin mengadakan haul Mbah Gembyang Kendal.
Haul Mbah Gembyang Kendal ini juga memiliki tradisi yang unik, yaitu para panitia akan menyiapkan lontong opor dan soto yang kemudian dibagikan kepada para peziarah.
Haul Mbah Gembyang Kendal ini digelar setiap tanggal 9 Syawal dengan kegiatan berupa pembacaan tahlil dan pengajian di area makan Mbah Gembyang Kendal.***