Ia lahir dari pasangan Wardinah dan Teuku Muhammad Yusuf. Sang kakek dari pihak ayah merupakan seorang Ulee Balang atau kepala pemerintahan dan ulama di Aceh.
3. Berperan dalam Penyusunan Teks Proklamasi
Salah satu sosok yang dikenang dari Ahmad Subardjo adalah berjasa dalam penyusunan teks proklamasi.
Bahkan saat itu ia menerima mandat langsung dari Ir Soekarno untuk turut serta menyusun pembukaan teks tersebut.
Adapun pembukaan teks proklamasi diambil dari Piagam Jakarta adalah pada alinea ketiga. Tidak hanya itu, ia juga menentukan lokasi pembacaan teks proklamasi.
Alhasil, ikrar tersebut dilaksanakan di Jakarta. Lebih tepatnya di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta Timur.
4. Sosok Intelektual
Kepandaiannya dalam berpikir sudah tampak sejak ia berada dalam masa remaja. Hal ini dibuktikan dari kemampuannya untuk menjadi bagian dari Hogere Burger School di Jakarta.
Saat itu, sekolah tersebut merupakan salah satu pusat pendidikan untuk orang-orang Belanda, Eropa, dan kalangan pribumi elit.
Kemudian ia melanjutkan pendidikan sampai ke Universitas Leiden dan menyandang gelar Meester in de Rechten dalam bidang perundang-undangan.
5. Sepak Terjang Setelah Kemerdekaan
Saat Kemerdekaan Indonesia telah dikumandangkan. Ia pun menjabat menjadi menteri luar negeri selama 4 bulan.
Kemudian ia bergabung dalam Badan Penasehat Panglima Besar. Yakni bersama Sumantri, Iwa Kusuma, dan Ki Hajar Dewantoro.