SketsaNusantara.id - Sendang Tirto Waluyojati adalah tempat wisata religi bagi para peziarah yang menganut agama Katolik khususnya di Pulau Jawa dan sekitarnya.
Sendang Tirto Waluyojati ini berada di Desa Krepu, Kecamatan Sooko dengan jarak 30 km dari pusat Kota Ponorogo menuju ke arah tenggara.
Situs wisata ziarah Sendang Tirto Waluyojati sudah diresmikan oleh Mgr.A.J. Dibjakarjana pada 27 Mei tahun 1988 yang merupakan seorang Uskup di Surabaya.
Baca Juga: Sunan Bejagung Lor Vs Gajah Mada, Kisah Pertarungan Adu Ilmu di Watu Gajah Tuban, Siapa yang Menang?
Selain itu, perlu diketahui bahwa Sendang Tirto Waluyojati mempunyai nama sebutan lain yaitu Gua Maria Fatima Sendang Waluyo Jatingsih.
Penamaan Goa Maria tersebut, karena disitu ada sebuah gua kecil dan patung Maria yang ada di dalamnya.
Sebagai tempat ziarah, situs ini juga dilengkapi dengan lapangan untuk berdoa, jalan salib yang melingkari jalan menuju ke tempat ziarah, Gereja Stasi, Gereja Sakramen Mahakudus, serta Patung Bunda Maria dari Fatima.
Dilansir SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id, menurut kisah yang beredar di masyarakat, Mata Air Sendang Waluyojati pada awalnya ditemukan oleh warga di sana.
Warga itu bertempat tinggal di lokasi yang berdekatan dengan sumber mata air sendang tersebut.
Pada waktu itu, mayoritas masyarakat Desaa Klepu menganut agama Katolik dan mempunyai kebiasaan berdoa bersama kepala desa setempat dengan cara berpindah-pindah dari rumah ke rumah.
Ketika rombongan masyarakat sedang melewati dan melihat mata air itu, mereka kemudian menganggapnya sebagai sebuah tempat yang angker dan mistis.
Setelah itu, kebiasaan berdoa dari rumah ke rumah pun diganti menjadi tirakatan di setiap malam Jumat.