SketsaNusantara.id - Sebuah patung berdiri tegak di ujung jalan Hayam Wuruk, Jember, menyambut masyarakat yang hendak memasuki kawasan kota Tembakau.
Walau berada di jalan arteri kota Jember, banyak yang tak tahu siapa sosok di balik patung 2 tentara tersebut.
Ada yang menyebutknya Patung Dwi Tunggal, Patung Jember, Patung Pahlawan hingga Patung Perjuangan.
Namun yang pasti, patung tersebut merupakan sosok 2 pahlawan Jember yakni Letkol M. Sroedji dan Letkol dr. Soebandi.
Ada kisah haru dibalik patung yang berada di ujung double way kawasan Kaliwates ini.
Patung tersebut menggambarkan kisah persahabatan Letkol M Sroedji dan dr. Soebandi di akhir khayat keduanya.
Persahabatan keduanya terekam dalam jejak sejarah saat Belanda kembali mengepung salah satu wilayah di Jember.
Letkol M Sroedji dan dr. Soebandi bersama ribuan pasukan Brigade III/Divisi I Damarwulan diperintahkan untuk pulang ke wilayah masing-masing di Besuki.
Pada tanggal 8 Februari 1949, rombongan tiba di Desa Karang Kedawung, Jember setelah melakukan perjalanan hampir 2 bulan melewati hutan hingga membelah gunung.
Pasukan yang sedang beristirahat tiba-tiba disergap Belanda yang mendapatkan informasi posisi tentara Indonesi lewat mata-mata.