Bupati Probolinggo, yang juga mertua Ki Ronggo, menghadiahi seekor kerbau putih bernama 'Melati' sebagai teman perjalanan.
Kerbau ini sangat disayangi hingga dimakamkan di alun-alun Bondowoso di bawah pohon beringin.
Bondowoso kemudian berdiri sebagai kabupaten, dan Raden Bagus Asra diberi gelar Abhiseka Ngabehi Mas Astrotruno, diangkat sebagai bupati pertama dengan predikat Ronggo I.
Setelah wafat, Ki Ronggo dimakamkan di bukit di Desa Sekar Putih, Tegalampel, berdampingan dengan istri dan beberapa kerabat lainnya.
Kyai Ronggo Asmat dikenang bukan hanya sebagai pemimpin atau bupati, tetapi juga sebagai ulama yang berpengaruh.
Baca Juga: Makam Astana Srandil, Situs Wisata Religi Makam Islam Nusantara di Ponorogo Provinsi Jawa Timur
Para sejarawan dan praktisi budaya mengakui pentingnya perannya dalam sejarah Bondowoso, dengan pengaruh yang masih terasa hingga kini.
Masyarakat Bondowoso diharapkan terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh tokoh besar ini.***