SketsaNusantara.id - Di Jember terdapat salah satu perguruan tinggi yang diberi nama Universitas Moch. Sroedji.
Nama Sroedji bagi warga Jember tak lepas dari kiprahnya sebagai pahlawan daerah.
Kisah heroiknya sebagai mantri hingga Komandan Resimen pada Agresi Militer Belanda I membuat sosok Sroedji diajukan sebagai salah satu pahlawan nasional oleh pemerintah Jember.
Selain nama, patungnya pun berdiri tegak di depan kantor pemerintahan Kabupaten Jember.
Pemilik nama lengkap Letkol Mochammad Sroedji ini adalah satu dari beberapa pahlawan Jember.
M Sroedji atau Moch Sroedji lahir di Bangkalan pada 1 Februari 1915 dari pasangan H. Hasan dan Hj Amni.
Masa kecilnya dihabiskan di Bangkalan sebelum akhirnya pindah ke Kediri.
Ia pun bersekolah di Kediri mulai dari jenjang HIS (Hollandse Inlandsche School hingga Sekolah Tekni Pertukangan Ambactsleergang di Malang.
Pada tahun 1938, Sroedji mulai bekerja sebagai matri malaria setelah sebelumnya gagal menjadi pedagang.
Ia pun pindah ke Jember bersama sang istri, Hj, Roekmini pada tahun 1939.
Saat menjadi mantri Malaria, Sroedji berhasil bertugas pertama kali di Djawatan Kesehatan Rakyat yang kini menjadi Rumah Sakit Paru Jember.