Raja Hayam Wuruk meninggal pada 1389 dan kemudian dibuatkan bangunan untuk pendharmannya.
Kemudian diadakan sraddha atau upacara srada ketika meninggal untuk kirim doa dan dilakukan untuk memperingati kematian 12 tahun wafatnya tokoh.
Istilah sraddha ini masih melekat di masyarakat dan berganti nama menjadi nyadran.***