SketsaNusantara.id - Kisah tentang Presiden Soekarno selalu menarik, baik di dalam maupun luar negeri.
Salah satu cerita menarik adalah saat Soekarno berkunjung ke Jepang pada awal tahun 1958.
Pada waktu itu, Konsul Jenderal Indonesia di Tokyo, Iskandar Ishak, sibuk mencari pengamanan yang memadai karena beredar rumor bahwa kelompok anti-Soekarno berencana membunuhnya.
Saat itu, Kolonel Sambas Atmadinata, seorang kepercayaan Soekarno yang juga menjabat sebagai Menteri Muda Urusan Veteran, menghubungi teman lamanya semasa perang,
Sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Ryu TV, Oguchi Masami atau lebih dikenal dengan panggilan Masami, menyarankan untuk menggunakan jasa pengawalan pribadi dari kelompok Yakuza.
Mengikuti saran ini, Iskandar Ishak meminta bantuan kepada Yoshio Kodama, seorang tokoh sayap kanan dan pemimpin organisasi bawah tanah Yakuza.
Baca Juga: Berbeda! Masjid Bukti Cinta Ratu ke Suaminya Ada di Jepara, Konon Dibangun Masa Kesultanan Demak
Kodama menyerahkan tugas pengamanan ini kepada salah satu pengikutnya yang berprestasi, Kobayashi Kazuo.
Kobayashi adalah Direktur Utama Dino Hyo, sebuah perusahaan konstruksi di Jepang yang diduga menjadi kedok bagi kegiatan Yakuza.
Ia setuju untuk merekrut 20 anggota Yakuza untuk menjaga Soekarno selama kunjungannya di Jepang.
Selama delapan hari, keamanan Presiden Soekarno dan rombongannya pun terjamin dengan baik.