Dikutip SketsaNusantara.id dari laman tarubali.baliprov.go.id pada 20 Juli 2024, Pulau Bali dulunya dihuni oleh bangsa Austronesia sekitar 2000 tahun sebelum Masehi.
Pertanyaan siapa yang menemukan Pulau Bali masih banyak ditanyakan dan belum bisa menjawab rasa penasaran.
Catatan sejarah menuliskan bahwa ada orang Eropa yang pertama kali menemukan Pulau Bali yang berasal dari negara Belanda, Cornelis de Houtman di tahun 1597.
Peninggalan sejarah yang masih tersisa di Bali sebagai bukti adanya penduduk zaman dulu ditemukan di Desa Cekik.
Seiring berjalannya waktu, zaman berganti dan datanglah pengaruh ajaran Hindu dan tulisan Bahasa Sansekerta dari India.
Hingga saat zaman Kerajaan Majapahit runtuh, banyak penduduk Jawa yang bermigrasi ke Pulau Bali.
Asal-usul nama Bali sendiri diambil dari Bahasa Sansekerta yang memiliki makna 'kekuatan yang maha agung'.
Sumber lain juga menyebutkan bahwa nama Bali berasal dari kata 'wali' yang memiliki arti banten atau sesaji dalam bahasa Bali.
Nama Pulau Bali juga ditemukan asal-usulnya dalam Prasasti Blanjong yang berangka tahun 835 Saka (913 Masehi) tertera kata 'walidwipa' yang artinya Pulau Bali.***