SketsaNusantara.id - Syekh Kholil Bangkalan dikenal sebagai ulama dan tokoh tasawuf serta pendiri pesantren ternama di Indonesia.
Mungkin sebagian besar orang-orang sudah membaca kisah kepahlawanan Syekh Kholil Bangkalan, namun dengan cerita yang memang banyak dibumbui berbagai hal yang bersifat keramat.
Selain itu, keturunan Syekh Kholil Bangkalan juga sering menjadi bahan pertanyaan banyak orang yang penasaran mengenai sosoknya yang legendaris.
Baca Juga: Apa Nama Asli dari Kerajaan Singasari? Inilah Lokasi dari Kerajaan Singasari yang Didirikan oleh...
Berikut ini beberapa penjelasan mengenai asal usul Syekh Kholil Bangkalan yang ternyata masih satu garis keturunan dengan Wali Songo.
Dilansir SketsaNusantara.id dari jurnal Kependidikan Islam IAIN Surakarta yang berjudul "Implementasi Pemikiran K.H. Muhammad Kholil Bangkalan Generasi Kontemporer karya Asep Awaluddin", Syekh Muhammad Kholil Bangkalan lahir pada 11 Jumadil Akhir tahun 1235 Hijriah di hari Rabu Ahad Pahing atau lebih tepatnya pada 14 Maret 1820 Masehi.
Ayahnya bernama Abdul Latif masih termasuk dalam keturunan Sunan Gunung Jati atau Maulana Malik Ibrahim.
Baca Juga: 3 Keistimewaan Ken Dedes, Ratu Pertama Kerajaan Singasari yang Terkenal Sebagai Ibu Para Raja Jawa
Sementara ibunya bernama Syarifah Khodijah, putri Sayyid Ansor Karomah bin Kiai Abdullah bin Ali Akbar bin Sayyid Sulaiman Kanigoro Mojoagung, yang diketahui mengandungnya saat usianya sudah tua, namun bisa tetap melahirkan anak laki-lakinya dengan sehat dan selamat.
Pada saat kelahiran putranya tersebut, Abdul Latif beserta sang istri Syarifah Khodijah tinggal di Desa Keramat, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Sesudah melakukan aqiqah setelah 7 hari dari hari kelahirannya, bayi laki-lakinya itu diberi nama Muhammad Kholil.
Pada masa itu, ayah Muhammad Kholil yakni Kiai Abdul Latif menjadi salah satu ulama besar yang sangat terkenal di Bangkalan.
Kiai Abdul Latif sendiri adalah putra Kiai Hamim yang merupakan anak dari Kiai Abdul Karim.