jelajah

Dari Madura ke Nusantara: Jejak Murid Syekh Kholil Bangkalan Jadi Cikal Bakal NU dan Muhammadiyah

Sabtu, 20 Juli 2024 | 08:16 WIB
Ilustrasi - Murid Syekh Kholil Bangkalan yang menjadi pilar organisasi Islam terbesar di Indonesia. (X/ @Nur_Alim_MA.)

Kiai Shaleh Darat dikenal sebagai ulama yang sangat berpengetahuan dalam bidang fiqih, tafsir, dan falak.

Ia bahkan menerjemahkan Al-Qur'an ke dalam bahasa Jawa atas permintaan RA Kartini, yang menunjukkan komitmennya untuk membuat ilmu agama lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Baca Juga: Mengulik Asal Usul Kipo, Jajanan Legendaris Khas Kotagede Yogyakarta, Kuliner Favorit Bangsawan Kerajaan Mataram Kuno

Setelah mempelajari ilmu agama secara mendalam, Kyai Haji Ahmad Dahlan dan Kyai Haji Darwis melanjutkan studi mereka ke Makkah.

Di Makkah, mereka menjadi murid kesayangan Imam Masjidil Haram, Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi.

Di sini, Kyai Haji Hasyim Asy'ari menunjukkan kecintaannya terhadap hadis, sementara Kyai Haji Ahmad Dahlan fokus pada pemikiran dan gerakan Islam.

Sekembalinya ke Indonesia, Kyai Haji Hasyim Asy'ari melanjutkan pengembangan Pesantren Tebuireng, yang menjadi tempat penting untuk studi hadis dan pendidikan agama.

Baca Juga: Menelisik Kotagede dengan Beragam Kisah dan Peninggalan Bersejarahnya, Konon Kabarnya Belanda Tak Berani Masuk?

Kyai Haji Ahmad Dahlan, di sisi lain, mendirikan Muhammadiyah, sebuah organisasi yang fokus pada pembaruan dan pemberdayaan umat Islam melalui pendidikan dan sosial.

Muhammadiyah segera menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, mengedepankan reformasi dalam praktik keagamaan dan pendidikan.

Kolaborasi dan dukungan antara Pesantren Tebuireng dan Muhammadiyah memperkuat hubungan antara pesantren tradisional dan organisasi reformis.

Baca Juga: Sisi Lain Masjid Kotagede Yogyakarta, Sejarah Unik Dalam Penentuan Kiblat dari Sunan Kalijaga Wali Songo, Aneh bin Ajaib!

Dukungan dari tokoh-tokoh seperti Kyai Haji Abdul Wahab Hasbullah, yang juga merupakan murid Syekh Kholil, membantu memperkuat visi dan misi kedua organisasi.

Selama masa-masa awal ini, pesantren dan organisasi Islam saling berkolaborasi, menyatukan usaha mereka untuk memajukan pendidikan dan pengembangan umat Islam di Indonesia.

Jejak pengaruh Syekh Kholil dan murid-muridnya dalam mendirikan dan mengembangkan NU serta Muhammadiyah menunjukkan betapa pentingnya pendidikan dan kerjasama dalam membentuk arah sejarah dan kemajuan umat Islam di Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini