Kepala Minak Jinggo dipenggal dan dibawa Damarwulan ke ibukota Majapahit.
Masyarakat pun percaya bahwa Candi Minak Jinggo adalah tempat ditanamnya kepala pemimpin Blambangan tersebut.
Walaupun terdapat candi bernama Minak Jinggo, namun bukan berarti kisah Minak Jinggo, Damarwulan dan Ratu Kencana Wungu adalah bagian dari sejarah.
Menurut arkelog Ismail Lutfi dan Andi Muhammad Said, sosok Minak Jinggo, Damarwulan dan Ratu Kencana Wungu hanya mitos.
Hal tersebut diungkap keduanya dalam channel YouTube Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI.
Menurut Ismail Lutfi dan Andi Muhammad Said, hingga saat ini baik secara data maupun fakta geologis, tidak ditemukan adanya kisah mengenak ketiga sosok di atas.***