SketsaNusantara.id - Janger Banyuwangi adalah salah satu seni pertunjukan yang menggabungkan tari tradisional dengan olah peran.
Janger Banyuwangi dianggap sebagai kesenian hibrida yang menggabungkan seni musik, kostum dan tari dari budaya Bali dengan lakon dan bahasa dari budaya Jawa.
Lakon yang dibawakan sering kali diambil dari serat Damarwulan yang konon ditulis menjelang runtuhnya Majapahit.
Sehingga seringkali Janger Banyuwangi ini disebut sebagai kesenian Damarwulan oleh masyarakat setempat.
Damarwulan juga menjadi salah satu lakon yang sering dibawakan, menceritakan tentang seorang pemuda tampan yang membunuh pahlawan Blambangan, Minak Jinggo.
Lakon ini tak lepas dari legenda cinta segitiga antara Minak Jinggo, Damarwulan dan Ratu Kencana Wungu.
Baca Juga: Siapa Eyang Bancolono? Disebut Senopati Terakhir Majapahit yang Berkaitan Erat dengan Gunung Lawu
Lantas siapakah sosok Damarwulan yang sebenarnya hingga namanya cukup melekat di hati masyarakat Banyuwangi?
Dari kisah tutur yang beredar, Damarwulan konon adalah pria tampan sakti mendraguna yang berhasil membunuh Minak Jinggo.
Ia membunuh Minak Jinggo atas permintaan Ratu Kencana Wungu yang tak lain adalah pemimpin Majapahit kala itu.
Damarwulan dibantu selir-selir MInak Jinggo, membunuh pemimpin Blambangan tersebut dengan pusaka milik Minak Jinggo.