Apalagi Habib Umar Maulana Yusuf juga menilai bahwa Istana Bali terlalu ramai, karena disitu sering sekali terjadi peperangan hanya demi memperebutkan tahta.
Pada saat menyebarkan agama Islam di Candikuning, Bedugul, Habib Umar Maulana Yusuf lebih banyak memberikan contoh untuk mengerjakan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari daripada berceramah.
Selanjutnya, setiap bulan Safar di hari Rabu terakhir (Jawa: Rebo Rekasan) dan bulan Syaban, banyak masyarakat dalam maupun luar Candikuning datang dengan tujuan berziarah ke makam Habib Umar Maulana Yusuf Al Maghribi.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk memperingati wafatnya Habib Umar Maulana Yusuf Al Maghribi dengan melakukan doa bersama di area makam.***