jelajah

Fakta Kontroversial Arya Penangsang, Sosok Penguasa Kerajaan Demak yang Naik Tahta dengan Cara Paling Keji dan Berdarah

Rabu, 17 Juli 2024 | 19:00 WIB
Ilustrasi Pasukan Arya Penangsang (Tangkapan layar YouTube TaksakaSeta )

Dengan demikian tahta Kerajaan Demak kemudian jatuh ke tangan Arya Penangsang. Ia kemudian memindahkan kekuasaan Demak ke Jipang Panolan sehingga kemudian Kerajaan Demak berubah mendapat sebutan Demak Jipang.

Baca Juga: Siapa Nama Asli Sunan Pandanaran? Mengenal Sosok Utusan dari Kesultanan Demak yang Jadi Pendiri dan Penguasa Kota Semarang

Kontoversi Kekuasaan Arya Penangsang 

Namun pada akhirnya kekuasaan Arya Penangsang terhadap kerajaan Demak mendapatkan banyak tentangan karena kekuasaannya dianggap tak sah sebab harus melalui pembunuhan Raden Mukmin.

Protes keras itu datangnya dari Pangeran Hadiri dan juga Ratu Kalinyamat dari Jepara. Protes-protes berikutnya kemudian muncul dari adipati-adipati yang berada di bawah kekuasaan Demak.

Meski Sunan Kudus sudah ikut memberikan penjelasan namun hal itu tak bisa meredam kemarahan beberapa pihak.

Perseteruan Arya Penangsang dengan Joko Tingkir 

Salah satu Adipati yang memprotes kekuasaan Arya Penangsang terhadap Demak adalah Hadiwijaya atau Joko Tingkir yang merupakan Adipati Pajang dan menantu Sultan Trenggono.

Untuk itu, Arya Penangsang kemudian mengirim 4 utusan kepercayaan untuk menghabisi penentang kekuasaannya, Joko Tingkir. Namun 4 utusan itu gagal karena Joko Tingkir berhasil mengalahkan 4 utusannya tersebut.

Bukan hanya membunuh 4 utusan tersebut, Joko Tingkir juga berhasil merebut keris Setan Kober.

Setelah tragedi tewasnya utusan Arya Penangsang, Joko Tingkir kemudian berkunjung ke Jipang untuk perundingan damai dan mengembalikan keris kyai Setan Gober, Arya Penangsang dijebak olehnya.

Baca Juga: Wedang Jamu Coro, Masih Lestari Sejak Kasultanan Bintoro, Demak, Disimpan dan Disajikan dengan Cara Unik

Akhirnya pertemuan tersebut menjadi pertempuran paling berdarah dalam sejarah di mana pasukan Joko Tingkir dan Arya Penangsang kemudian terlibat pertempuran berdarah.

Dari peristiwa inilah takdir Arya Penangsang kemudian ditentukan. Arya Penangsang tanpa sengaja memegang keris Kyai Setan Kober secara terbalik sehingga ujung tajamnya menjadi menghadap ke arah dirinya sendiri.

Ketika sedang bersemangat menyerang pasukan Pajang, keris itu ternyata mengenai perutnya sendiri hingga robek. Arya Penangsang kemudian gugur dengan senjata andalannya sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini