Sebagai dinasti terakhir Majapahit ketika melarikan diri di Puncak Gunung Lawu sebelum moksa atau mati tanpa meninggalkan jasad pada abad ke 15, hingga saat ini air sendang dipercaya sakti.
Pembangunan pertapaan Bancolono tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Daerah saja, melainkan juga semua orang yang merasa terkabul permintaannya turut berkontribusi dalam proses pembangunan.
Saat ini jalan setapak dan lokasi pertapaan sudah jauh lebih baik, dengan jalan yang sudah layak dan nyaman untuk di lalui dan tahun 2021 juga sudah menambah lokasi pertapaan menjadi 4 kamar.***