jelajah

Penyebab Sunan Bayat Tinggalkan Kekuasaannya di Semarang ke Daerah Bayat, Benarkah Ada Keterlibatan Sunan Kalijaga?

Selasa, 16 Juli 2024 | 11:30 WIB
Makam Sunan Bayat di Klaten, Jawa Tengah. ( Instagram @enggaraswin)

 

SketsaNusantara.id - Sunan Bayat alias Sunan Tembayat adalah salah satu tokoh yang ikut menyebarkan Agama Islam di Jawa.

Nama Sunan Bayat juga beberapa kali disebutkan di dalam Babad dan cerita bernuansa Islam di Jawa.

Mungkin Sunan Bayat tidak termasuk ke dalam jajaran anggota Wali Songo yang populer, namun makamnya sampai saat ini masih dikunjungi oleh para peziarah.

Baca Juga: Makam Keramat Ki Ageng Balak, Asal-usul Nama hingga Adanya Tradisi Pulung Langse pada Akhir Bulan Suro

Makam Sunan Bayat terletak di Pegunungan Jabalkat, Kelurahan Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Menurut riwayat, Sunan Bayat hidup pada Masa Kesultanan Demak di abad ke-16 dan putra dari Pangeran Suryo Panembahan Sabrang Lor yang merupakan Bupati Pertama Semarang atau sering disebut Sunan Pandanaran 1.

Kota Semarang sendiri berasal dari sebuah desa di Perbukitan Pragota atau sekarang bernama Bergota di Kelurahan Randusari, Semarang Selatan.

Baca Juga: Sunan Bayat Apakah Termasuk Wali Songo? Mengulik Kisah Murid Sunan Kalijaga yang Konon Punya Karomah Mengutuk Manusia Jadi Domba

Tempat tersebut yang didirikan oleh Sunan Pandanaran 1 dengan izin dari Sultan Demak Bintara dan juga restu dari Wali Songo.

Penyebutan nama Semarang konon katanya diambil dari Wilayah Pragota yang pada masa itu banyak ditumbuhi pohon asam jarang-jarang atau dalam bahasa Jawa disebut "Asem Arang", sehingga memunculkan nama Semarang.

Dilansir SketsaNusantara.id dari website jatengprov.go.id, sepeninggal Sunan Pandanaran I, Kota Semarang dipimpin oleh Pangeran Pandanaran II atau lebih dikenal dengan Sunan Bayat.

Baca Juga: Mengenal Asal-usul Nasi Liwet Gurih Makanan Tradisional Khas Jawa, Benarkah Bisa Digunakan Sebagai Media Tolak Bala?

Pada masa pemerintahan Sunan Bayat, Semarang mengalami banyak pertumbuhan dan kemajuan yang begitu pesat hingga mampu menarik perhatian Pangeran Hadiwijaya.

Halaman:

Tags

Terkini