SketsaNusantara.id - Pulau Sumatera menjadi pulau besar di Indonesia yang memiliki sejarah begitu panjang.
Dalam sejarahnya, Pulau Sumatera memiliki beberapa julukan yakni salah satunya adalah Pulau Swarnadwipa.
Mengapa disebut sebagai Pulau Swarnadwipa? Jawaban untuk pertanyaan mengacu pada sejarah Pulau Sumatera yang kaya akan sumber daya alam.
Baca Juga: 2 Kesaktian Pusaka Joko Tingkir Kyai Bajulgiling, Ditakuti saat Melawan Gerilyawan Majapahit
Ditafsirkan menurut bahasa Sansekerta, julukan Sumatera sebagai Pulau Swarnadwipa diartikan sebagai Pulau Emas.
Penjabaran Pulau Emas tersebut sangatlah cocok digunakan untuk Sumatera, merujuk pada tulisan Balai Arkeologi Yogyakarta berjudul 'Svarnadvipa - Yavadvipa : Antar Nusa Satu Bangsa', Pulau Sumatera memang telah tercatat dalam sejarah sebagai penghasil emas.
Claudius Ptolemaeus, seorang astronom dan geograf Eropa pada abad pertama dan kedua masehi dituliskan pernah mengelilingi wilayah yang disebut “Chryse Chersonesos” atau semenanjung emas.
Menurut Paul Wheatley, semenanjung emas yang dimaksudkan oleh Claudius Ptolemaeus adalah Malaka.
Namun menurut sarjana lain seperti Wilhelm Volz dan WJ Van Der Meulen yang dimaksud semenanjung emas adalah Sumatera.
Dikatakan bahwa daerah bukit barisan di sepanjang pantai barat Sumatera merupakan daerah yang menyimpan kandungan emas, dari pernyataan tersebut Pulau Sumatera mendapatkan julukan Pulau Swarnadwipa.
Cerita lain dari sebutan Sumatera sebagai Pulau Swarnadwipa juga pernah dibahas dalam sebuah wawancara Abdel Achrian bersama dengan Ustadz Salim A. Fillah.