SketsaNusantara.id - Hubungan Indonesia dan Malaysia sering digambarkan seperti hubungan kakak-adik yang kadang akur, kadang bertengkar.
Meski sering berselisih, kedua negara sebenarnya saling membutuhkan.
Konflik ini memiliki sejarah panjang penuh dengan ketegangan yang kadang masih terasa hingga kini.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Hipotesa, hubungan antara Malaysia dan Indonesia sebenarnya telah terjalin erat sejak zaman kerajaan Sriwijaya dan Melaka, dengan interaksi melalui pernikahan, perdagangan, dan imigrasi.
Namun, penjajahan mengubah dinamika ini, memperkenalkan konsep perbatasan yang membagi wilayah antara Inggris di Semenanjung Malaya dan Belanda di Nusantara melalui Perjanjian Anglo-Belanda.
Pada tahun 1960-an, ketegangan antara Indonesia dan Malaysia semakin memuncak.
Ini bermula dari ketidaksetujuan Presiden Indonesia saat itu, Soekarno, terhadap pembentukan Federasi Malaysia.
Sejarahnya rumit, terkait dengan masa penjajahan. Indonesia dijajah oleh Belanda, sementara Malaysia dijajah oleh Inggris.
Persaingan antara Belanda dan Inggris akhirnya membuat kedua negara ini menetapkan batas wilayah kekuasaan masing-masing melalui Perjanjian Inggris-Belanda pada tahun 1824.
Setelah Perang Dunia II, Inggris kembali menguasai Malaysia dan mendirikan Malayan Union, yang kemudian ditentang oleh etnis Melayu.